Mungkin saat ini kau lelah. Melihat perkembangan tugas akhir teman-temanmu yang begitu signifikan namun perkembanganmu yang seakan stagnan.
Mungkin bibirmu bisa tersenyum. Melihat teman-temanmu selesai sidang sarjana dan sebentar lagi wisuda. Namun hatimu tentu tidak bisa berbohong akan kesedihan yang dirasakannya setiap kali ada yang bertanya padamu "sidang kapan?" atau "wisuda kapan?"
Mungkin dirimu pernah bertanya-tanya dalam hati "apakah usahaku kurang?" dan mulai membandingkan dirimu dengan orang lain.
Mungkin sekali-kali kau pernah berandai-andai "andai aku tidak mengambil topik sesulit ini" dan sesekali berpikir untuk berhenti dan memulai sesuatu yang baru.
Mungkin dirimu sudah jenuh dan bingung harus bercerita kepada siapa lagi akan tugas akhirmu yang tak kunjung kau temui ujungnya. Bahkan mungkin dirimu sudah terlalu lelah untuk menangis.
Hei kawan, ingatlah, kau tak sendiri. Dibalik senyum teman-temanmu yang sedang berjuang itu, apakah kau tahu bahwa mereka merasakan kegelisahan yang sama? Apakah kau tahu tangis mereka dalam doa-doanya? Apakah kau tahu kebimbangan mereka untuk bercerita kepada orangtua akan kondisi nyata mereka?
Hari ini aku mendengar ibuku berkata, kawan. Semua ini pasti ada hikmahnya. Tuhan pasti sudah menyimpan rencana indah untuk kita. Mungkin bagi kita, tugas akhir yang tak kunjung selesai ini sangat buruk, tidak menarik, tidak diinginkan, dan lainnya seperti katamu. Tapi tahukah kamu rahasia Tuhan di balik ini? Dapatkah kamu menebaknya?
Mungkin, Tuhan ingin kau berpikir, mau apa setelah lulus nanti? Jika kau lulus sekarang, kau belum punya rencana akan melakukan apa. Pada akhirnya mungkin kau akan menambah angka pengangguran negara.
Mungkin, Tuhan sudah menyiapkan kesempatan pekerjaan yang kau idam-idamkan langsung setelah wisudamu yang lebih terlambat dibanding teman-temanmu itu.
Mungkin, Tuhan ingin melihat usahamu, ingin melihat apakah kau tepati janjimu untuk berjuang lebih keras.
Mungkin Tuhan ingin mempertemukanmu dengan orang-orang baru yang baik selama kau berstatus mahasiswa.
Mungkin Tuhan ingin membentukmu menjadi orang yang kuat, selalu ingat kepada-Nya, berserah kepada-Nya, sabar dan rendah hati.
Mungkin Tuhan ingin kau berdoa lebih giat dan khusyuk.
Dan mungkin-mungkin yang lain, barangkali kau menemukannya.
Hari ini aku mendapat hikmah, kawan. Hari sudah malam. Aku belum sampai kosan. Mengingat diri ini harus berjalan meninggalkan masjid Salman, berjalan sendirian, menyebrang jalan, hingga sampai di kosan. Huh membayangkannya saja melelahkan. Tapi hei! Mengapa tidak jalan saja perlahan-lahan tanpa memikirkan kapan sampai di kosan? Bukankah kau akan sampai juga?
Kemudian ku teringat pada tugas akhirku. Mungkin aku merasa lelah, karena aku hanya melihat bagaimana akhirnya, karena aku hanya mengharapkan tiba-tiba mencapai akhirnya. Tanpa sadar bahwa aku harus melalui setiap prosesnya, setiap jalannya. Mengapa tidak ku jalankan saja semua prosesnya dengan sabar, dengan sebaik-baiknya. Karena pada akhirnya, jika kau mengerjakan proses-prosesnya, maka akan sampai juga kau pada tujuanmu.
Tuhan saja percaya kau bisa melewati ini semua. Tuhan tidak akan membebani umatnya melebihi kemampuannya. Jika Tuhan Yang Maha Tahu saja mengehendaki itu, mengapa kamu ragu?
2018
Tugas Akhir
Komentar
Posting Komentar